Postingan

POROS PERSATUAN

Gambar
I have a dream that my four little children will one day live in a nation where they will not be judged by the color of their skin but byzz the content of their character. I have a dream today!  Sepotong paragraf diatas merupakan salah satu bait pidato heroik Marthin luther king Jr dalam orasinya pada bulan Agustus tahun 1963. Pidato tersebut menjadi awal kebangkitan dan kemerdekaan atas apartheid yang telah dilakukan oleh negara sebesar Amerika selama bertahun tahun lamanya.  Ribuan bahkan jutaan aktivis hak asasi manusia pada masa itu, baik di Amerika itu sendiri ataupun diluar sana, semakin tergerak untuk berani menampakkan taringnya dalam menyuarakan kebebasan atas diskriminasi sosial.  Salah satu pemikiran maju seorang Marthin luther king Jr yang selalu saya kagumi adalah bagaimana dia berusaha menyatukan orang dengan latar belakang apapun, bahkan aliran agama apapun, selama punya tujuan yang satu,  Untuk memberantas diskriminasi atas ke hitam putiha...

Tak sekadar merayakan cinta

Gambar
 Refleksi perjalanan pernikahan umi abi, semoga Allah senantiasa mencurahkan ketenangan dan kebahagiaan untuk mereka.  23 tahun perjalanan pernikahan kedua orang tua saya, membuat diri saya tersadar, menikah atas dasar merayakan cinta itu, tidak akan cukup.  Masuk ke fase usia 23, teman teman di sekitar saya, mulai ramai membahas tentang dunia pernikahan, target pencapaian mendapatkan jodoh, kriteria tertentu, dan saya pun ikut hanyut bila membahas hal tersebut.  Mulai dari pembicaraan masing masing,  Ada yang orang tuanya termasuk khawatir bila anaknya tak kunjung menikah, ada orang tua yang tipenya santai mengikuti kesiapan si anak, ada juga orang tua yang sudah menyiapkan jodoh untuk anaknya jauh jauh hari.  Tak lepas dari pembicaraan terkait orang tua,  Pembicaraan tentang ikhtiar untuk mencari sang pujaan dan memantaskan diri seringkali terlontar kan,  Bahkan saya pernah ada di fase "apa ada yang salah dari diri saya" , ketika di sala...

BUKU DAN ABI : dua benih cinta si anak pertama

Gambar
Feel blessed.  Mungkin salah satu kesyukuran menjadi anak dari abi adalah abi menanamkan keaktifan berpikir sedari dini.  Dulu saat kecil saya sempet candu TV, tantrum kalau gak nonton TV, alhasil abi jual itu TV, entah dijual apa gimana, intinya keluarga kami sempat tidak ada TV dalam periode yg cukup lama.  Jelas hidup saya hampa, tipe saya yg tidak terlalu suka main diluar rumah, bingung menghabiskan waktu dgn apa, hingga pertama kali abi membawakan novel judulnya " Moga bunda di sayang Allah" , akhirnya cara pengalihan waktu saya di isi dgn buku. Saya mulai rutin membeli komik conan, novel novel ringan KKPK (Kecil kecil punya karya), ketika sudah habis semua novel dan komik, jika abi belum ada rezeki untuk memberi saya uang beli buku, saya langsung mencari cari bacaan di rak buku abi, mulai dari majalah jaman dulu, buku buku terjemahan, bahkan jika dibilang, memori pengetahuan di otak saya, kebanyakan didapat ketika SD.  Cara abi juga berbeda ketika m...

Surat untuk masa depan

Gambar
Nak, ini adalah tulisan ibumu ketika dirinya genap menginjak 22 tahun, usia fundamental dimana keputusan keputusan berharga mulai dimantapkan dalam hidupnya.  Nak, dulu aku pernah membaca novel berjudul "Eliana",  Eliana, benar benar menggambarkan apa yang kelak akan aku lakukan, menjaga keluarganya, menjaga adik adiknya, hingga bergulirnya waktu, eliana menjadi seorang aktifis lingkungan, mengkritik pemerintah kejam yg posesif kepada pembangunan yang terbilang "asal". Pada masa itu, aku merasa jiwa kebebasanku, serta naluriahku terpanggil, untuk terlibat dalam menegakkan keadilan dalam negeri.  Hingga, betapa lucunya, dulu ibumu, pernah bercita-cita, "kalau aku lulus pondok, aku pengen ikut demo mahasiswa, pengen jadi bagian korlapnya". Aih, cita cita polos dari seorang remaja putri yg khawatir pada negeri.  Nak, dulu ibumu pernah berpikir, apakah gejolak kekhawatiran ini akan melampaui batas kodrat perempuan dalam islam?  Semakin dalam aku be...

Sihir bernama Validasi

Gambar
Salah satu pencapaian terbaik saya dalam bidang matematika adalah mendapat hasil 10 pada ujian nasional (UN) ketika SD dan nilai 9 ketika UN SMP.  Sekali lagi ini bukan tempat untuk menyombongkan diri, karena nyatanya nilai UN itu tidak berfungsi juga, kalau dikorelasikan dengan jurusan kuliah yg saya ikuti saat ini.  Tapi fakta diatas, ingin saya bawa untuk kita tilik dan kita tarik lebih jauh tentang "al akhdzu bil asbab". Masih terekam jelas dalam memori saya, ketika SD, ada momentum dimana saya masih di dalam kelas karena ada pelajaran tambahan, sedangkan teman teman saya sudah berhamburan keluar kelas sambil ber jajan ria di kantin. Saya masih ingat betul, kala itu tentang pelajaran pecahan, saya diminta untuk tidak keluar kelas, karena belum memahami konsep pecahan dgn baik. Tiga tahun saya berkutat dengan kebencian terhadap matematika, bahkan saya pernah menangis di kelas karena mengumpulkan lembar latihan soal paling akhir.  ketika naik kelas empat, da...

Perpisahan di ujung malam

Gambar
Aih, nyatanya keberadaan kenangan beriringan dengan sebuah perpisahan.  Mulai dari tengah bulan ini, sejak hari di wisudanya kaka kaka, diriku mulai sering khawatir, kepada siapa diriku akan mencari inspirasi tanpa kata, kepada siapa diriku melihat spirit dan senyuman ikhlas walau di tengah keterbatasan diri.  Bagi diriku, yg masih belajar ini, Terkadang kutemukan rasa takut, rasa takut bahkan untuk belajar menjadi "orang baik", rasa takut di benci, rasa takut dikucilkan, rasa takut terasingkan dari lingkungan.  Hingga ku bertemu mereka,  Yg mengajarkanku tanpa kata,  Kisah mereka, kehidupan mereka, menjadi inspirasiku sesungguhnya,  "Jangan takut untuk mengatakan kebenaran jah, bahkan ketika itu pahit sekalipun" Aku belajar dari mereka,  Soal harga sebuah pengorbanan,  bahkan sekecil apapun itu,  Mataku menjadi terbuka,  Hatiku menjadi meluas,  Hingga kutemukan bahwa yg membuat pengorbanan terasa dahsyat bukanlah sebera...

TENTANG PERBATASAN

Gambar
Kala itu, aku sedang asyiknya bercanda ria dengan adik-ku, entah setan atau ada pikiran apa di kepalaku tiba tiba muncul, Aku membekap kepala adik ku dibawah bantal,  Tiba tiba dia berteriak, "sesek coy" Saat itu aku masih asik tertawa dan belum menyadari hal yg terjadi,  Tiba tiba dia berteriak lagi, "gak bisa napas, sakit banget" Sontak aku langsung melepas bantal yg membekap kepalanya, dan melihat kondisi adikku yg sedang memegang dadanya kesakitan sambil menangis dengan kerasnya, mukanya merah, nafasnya tidak teratur, kaget bukan main diriku, Tiba tiba umi menghampiri kami, "ya rabb, apa apaan ini, abang kenapa?" "gak bisa napas, sakit dadanya" dia masih menangis keras memegang dadanya, Setelah beberapa saat dan melakukan beberapa penanganan langsung, adikku langsung dibawa ke kamar. "kamu itu apa apaan teh, itu adik kamu, hampir mati itu", umiku berseru mengingatkan.  Otak ku masih belum selesai mencerna, apa yang aku l...