Postingan

Perpisahan di ujung malam

Gambar
Aih, nyatanya keberadaan kenangan beriringan dengan sebuah perpisahan.  Mulai dari tengah bulan ini, sejak hari di wisudanya kaka kaka, diriku mulai sering khawatir, kepada siapa diriku akan mencari inspirasi tanpa kata, kepada siapa diriku melihat spirit dan senyuman ikhlas walau di tengah keterbatasan diri.  Bagi diriku, yg masih belajar ini, Terkadang kutemukan rasa takut, rasa takut bahkan untuk belajar menjadi "orang baik", rasa takut di benci, rasa takut dikucilkan, rasa takut terasingkan dari lingkungan.  Hingga ku bertemu mereka,  Yg mengajarkanku tanpa kata,  Kisah mereka, kehidupan mereka, menjadi inspirasiku sesungguhnya,  "Jangan takut untuk mengatakan kebenaran jah, bahkan ketika itu pahit sekalipun" Aku belajar dari mereka,  Soal harga sebuah pengorbanan,  bahkan sekecil apapun itu,  Mataku menjadi terbuka,  Hatiku menjadi meluas,  Hingga kutemukan bahwa yg membuat pengorbanan terasa dahsyat bukanlah sebera...

TENTANG PERBATASAN

Gambar
Kala itu, aku sedang asyiknya bercanda ria dengan adik-ku, entah setan atau ada pikiran apa di kepalaku tiba tiba muncul, Aku membekap kepala adik ku dibawah bantal,  Tiba tiba dia berteriak, "sesek coy" Saat itu aku masih asik tertawa dan belum menyadari hal yg terjadi,  Tiba tiba dia berteriak lagi, "gak bisa napas, sakit banget" Sontak aku langsung melepas bantal yg membekap kepalanya, dan melihat kondisi adikku yg sedang memegang dadanya kesakitan sambil menangis dengan kerasnya, mukanya merah, nafasnya tidak teratur, kaget bukan main diriku, Tiba tiba umi menghampiri kami, "ya rabb, apa apaan ini, abang kenapa?" "gak bisa napas, sakit dadanya" dia masih menangis keras memegang dadanya, Setelah beberapa saat dan melakukan beberapa penanganan langsung, adikku langsung dibawa ke kamar. "kamu itu apa apaan teh, itu adik kamu, hampir mati itu", umiku berseru mengingatkan.  Otak ku masih belum selesai mencerna, apa yang aku l...

USAHA SI SULUNG

Gambar
"nak, belajar yang baik, dapatkan nilai yang bagus, jadilah contoh untuk adik adikmu", ucapan tersebut merupakan hal lumrah yang sering didengar oleh si sulung. Namun si sulung merasa tidak terima, mengapa hanya dirinya yang dituntut untuk bisa ini dan itu, sedangkan adik adiknya tidak. Si sulung iri, dia merasa dibedakan. Hingga pada suatu hari, si sulung tidak kuat lagi menahan keluh kesahnya, bertandanglah si sulung ke rumah guru ngajinya, bercerita tentang keluh kesahnya sambil menangis, Sang guru ngaji mendengarkannya dengan saksama, setelah puas si sulung mengungkapkan keluh kesah dan uapan emosinya, dengan tenang sang guru mengambil qur'an,  "tahukah nak, Qur'an ini adalah pemberian dari orang tuamu, saya masih mengingat dengan jelas, ketika ayah dan ibumu dengan wajah berbinar mengantar anaknya ke TPA ini, dengan muka yang cerah, ayahmu berkata, "ustazah, tolong didik anak saya agar bisa menjadi penghafal al-qur'an, anak saya ini memo...

Bunga matahariku

Gambar
Tepat kemarin pada tanggal 20 februari, si bungsu ulang tahun.  Asma haniyyah namanya, jarak 13 tahun antara diriku dengannya lumayan berpengaruh dalam hubungan kami, dia lahir ketika aku di pesantren, sehingga aku tidak sempat membantu umi mengasuhnya ketika bayi, alhasil bonding antara kami berdua serasa berbeda dgn adik adikku yg lainnya, yang memang tumbuh besar dengan sedikit pertolonganku sebagai kakak. Aku bertemu Asma hanya ketika liburan pesantren saja, bahkan ketika dia beranjak 6 tahun dan mulai bisa diajak komunikasi interaktif dengan diriku, aku justru pergi ke Mesir, yang membuat jarak kami semakin jauh.  Sebelum bercerita banyak tentang Asma, aku akan flashback sebentar, masih ingat persis, ketika satu SMA, aku membaca sebuah novel serial anak anak mamak karya tere liye, diantara ke empat buku itu, buku amelia alias si anak bungsu yang berhasil membuatku menangis sesegukan, terutama dibagian ketika amelia sadar bahwa selama ini, kak eli yang hobi mem...

Jangan pernah kalian lepaskan!

Gambar
Hmm ujian Al Azhar yang terus menerus diundur tidak memberiku efek apapun, belajar masih kaya gitu aja, mager dan kantuk yg senantiasa menyerang, dan update gosip harian yg tak pernah ketinggalan tentunya.  Ketika melihat laman blog yg sudah lama tak kuisi, aku memutuskan membuat tulisan ini sebagai bukti bahwa ujian diundur memberikanku sedikit efek, yaitu aku bisa nulis satu cerita minimal wkwkw. Kali ini aku ingin mengisahkan seorang kawan, yg kalau boleh jujur, walau kami satu sma dulu, kami baru lumayan dekat sekarang di kuliah, Aku dan kawanku ini kalau boleh dibilang, terdapat beberapa perbedaan, eh atau banyak yaa, intinya seperti kolam susu sama kolam air tawar, jika dia suka menonton kajian, aku lebih suka nonton podcast/klarifkasi yang tak pernah selesai ujungnya, jika dia menaruh orang yg enak dipandang adalah seperti fatur ex. BEM UGM, aku masih menaruh angga yunanda sebagai orang yg sangat enak dipandang, atau dia yang lebih suka nonton sinema indonesia te...

Semoga Tuhan jatuh cinta kepadamu

Gambar
Baru baru ini saya menonton film Indonesia lama yang begitu menggugah, judulnya 3 hati 2 dunia 1 cinta dan diproduksi oleh Mizan house,  Salah satu scene yang sangat menyentuh diri saya pribadi adalah ketika si Rosid (tokoh utama) seringkali bertikai dengan abahnya, karena si Rosid yang tidak mau memakai peci dan berpenampilan religius, ditambah lagi ketika abahnya tau bahwa si Rosid berpacaran dengan yang berbeda agama, hingga puncaknya abah mengusir Rosid dari rumahnya.  Namun ada sesuatu yang menyentil dari adegan pertikaian ini, kehadiran seorang umi yang senantiasa berusaha meredam marah sang abah kepada anak laki lakinya, berusaha mengalihkan perhatian abah dengan mengajak pergi ke sesuatu tempat, atau mengalihkan pembicaraan, hingga ketika abahnya menyuruh Rosid keluar dari rumah,  sebagai seorang istri yang baik, umi juga tidak dapat melawan perintah suaminya, namun dengan naluri seorang ibu, dia pergi menghampiri Rosid yang sudah siap keluar dari ruma...

Mewarisi "tulisan Natsir"

Gambar
Mewarisi "tulisan Natsir" Sekali lagi kawan, mari kita mulai menulis! Waktu itu aku dan abi melakukan safar ke rumah nenek di Tangerang, ketika hendak pulang ke Bogor, kami tertinggal bis yang biasa dinaiki. Malam pun semakin larut, bis yang biasa kami naiki ternyata tidak ada yg berikutnya, sedangkan abi harus mengejar dinas esok hari, dan tersisalah sebuah oplet kecil penuh sesak, "teh, kita naik ini ya bismillah, abi harus ngejar dinas" Ketika masuk ke dalam oplet, jujur aku belum pernah menaiki oplet yg keadaannya seperti itu. Sesak, bau rokok, bayi menangis, bahkan ada yang bawa ayam dalam tas jerami, ditambah lagi ventilasi dan jendela yg sangat sempit menambah ruwet situasi didalam oplet. Tak terasa aku menangis, bukan menangis karena terharu kawan, tapi aku menangis karena tidak kuat dgn kondisi oplet dan ingin cepat cepat keluar. Abi yang duduk tepat disebelahku melihatku menyeka air mata, "gak bisa teh, hal kaya gini ga bisa kamu selesaikan dengan men...