Postingan

Mewarisi "tulisan Natsir"

Gambar
Mewarisi "tulisan Natsir" Sekali lagi kawan, mari kita mulai menulis! Waktu itu aku dan abi melakukan safar ke rumah nenek di Tangerang, ketika hendak pulang ke Bogor, kami tertinggal bis yang biasa dinaiki. Malam pun semakin larut, bis yang biasa kami naiki ternyata tidak ada yg berikutnya, sedangkan abi harus mengejar dinas esok hari, dan tersisalah sebuah oplet kecil penuh sesak, "teh, kita naik ini ya bismillah, abi harus ngejar dinas" Ketika masuk ke dalam oplet, jujur aku belum pernah menaiki oplet yg keadaannya seperti itu. Sesak, bau rokok, bayi menangis, bahkan ada yang bawa ayam dalam tas jerami, ditambah lagi ventilasi dan jendela yg sangat sempit menambah ruwet situasi didalam oplet. Tak terasa aku menangis, bukan menangis karena terharu kawan, tapi aku menangis karena tidak kuat dgn kondisi oplet dan ingin cepat cepat keluar. Abi yang duduk tepat disebelahku melihatku menyeka air mata, "gak bisa teh, hal kaya gini ga bisa kamu selesaikan dengan men...

SUPIR TREMCO MERAH

Gambar
SUPIR TREMCO MERAH Bukan ustaz, bukan pula guru, tapi terdapat pelajaran penting darinya Mesir dikenal dengan dua tokoh abadi dalam sejarah, fir'aun dan Musa as. Katanya, penduduk mesir ada yg sebaik, sesholih Musa as dan ada juga yang sekeji, sepicik fir'aun. Maka disini, aku akan bercerita sepotong kisah tentang keturunan Nabi Musa as dalam hal kesholihan dan kecerdasan. Beberapa hari lalu, aku bersama teman teman keputrian melakukan ziarah makam bersama, mengenal sejarah para ahlul qubur, bagaimana kesholihan mereka, yang sungguh membuat diri saya pribadi hanya bisa geleng geleng saking takjubnya. Singkat cerita, agenda ziarah pun selesai, Untuk pulang dari makam, kami terbagi dua kelompok, satu naik tremco merah(kalau di Indonesia semacam angkot), satu lagi naik tremco abu. Dan saya termasuk kelompok yang naik tremco merah, ketika diperjalanan terjadi sebuah percakapan "kalian kuliah diazhar?" "iya ammu, dijurusan syariah" "jurusan syari...

SENIOR DAN JUNIOR

Gambar
Karena tidak semua orang bisa menjadi "senior" dan "junior" sesungguhnya. Baru baru ini telah diadakan sebuah acara dialog/diskusi yang membahas permasalahan atau isu hangat mahasiswa indonesia di mesir (masisir). Ketika disesi closing statement dari para panelis, salah satu panelis mengajak para senior untuk kembali memerhatikan dan kembali lebih peduli dengan kondisi para juniornya. Dan lagi, perihal senior dan junior Membuat aku teringat untuk menceritakan sebuah kisah, yang aku alami sendiri ketika dimasa sekolah menengah. Satu SMP, dimana peralihan dari anak kecil menuju remaja, saat itu aku merasa yang sangat dibutuhkan adalah figur seorang kakak, maka ketika masa orientasi (MOS) tampaklah seorang kaka panitia dengan wajah teduhnya dan karisma yg dimilikinya berhasil membuatku menjadi seorang fans si kaka tersebut secara diam diam, bahkan ketika si kaka lewat didepan ku, rasanya senang bukan main atau yang lebih parah lagi aku pernah berusaha hingg...

PAGIKU BERTEMU PETANGMU

Gambar
Sudah berapa banyak pagi bertemu petang yang kita luput terhadapnya? Adalah pagi, Yang kadang menjadi suatu yang dinanti,  Atau menjadi suatu yang dibenci, Adalah petang, Yang kadang menjadi suatu tanda peristirahatan, Atau menjadi awal mula suatu tantangan, Seorang anak tak sabar menanti pagi hari, karena esok adalah hari ulang tahun-nya, Seorang anak pula enggan bertemu pagi hari, Karena esok adalah hari ulangan matematika Seorang gadis tak sabar menanti sore, Karena mata pelajaran tambahan akan berakhir waktunya, Seorang gadis pula membenci sore, Karena kereta yang biasa dia tumpangi disesaki oleh para pekerja yang hendak pulang ke rumah mereka. Sebesar apapun kau mencintai pagi dan petang, Sebesar apapun kau membenci pagi dan petang, Jangan pernah luput untuk mengingat dan menyebut asmaNYA pada pagi dan petang Agar cinta itu berubah menjadi kekuatan dan keberkahan, Agar benci itu berubah menjadi ikhlas dan ketabahan, Agar pagiku dan petang mu, Tak lagi tentang perih...

Titik temu seorang kakak

Gambar
Titik temu seorang kakak Sebuah tulisan untuk para pejuang 'alatul di masa new normal ini Waktu di cairo menunjukan tepat pukul jam 1 pagi, entah mengapa aku tak bisa tidur tenang kecuali jika tulisan ini selesai. Yah karena renungan ini baru saja terpikirkan olehku di sore hari, dan begitu sayang, jika aku melewatkan-nya dengan sia sia, tak sempat menuliskan nya. Pekan ini, kaka kaka tingkat akhir sudah selesai ujian, sebagai adik kelas walau tak berjumpa secara langsung, euphoria betapa leganya mereka selesai ujian bisa kami rasakan, baik itu terlihat di snap wa, instagram dan media sosial lain. Begitupun denganku, sejak kemarin begitu banyak kulihat snap wa mereka yang berisi tentang kebahagiaan sudah menamatkan ujian akhir S1 di azhar. Sore harinya, aku bersama kaka kelas pergi mengunjungi salah satu senior keputrian senat syariah dalam rangka silaturahim dan melaksanakan program kerja lebih tepatnya kebut lpj wkwkwk, sesampainya dirumah beliau kami berdua disambut ...

menjadi seorang "DAUD"

Gambar
Menjadi seorang "DAUD" Sudah begitu masyhur, cerita tentang keberanian Nabi Daud 'alaihissalam kecil ketika melawan Jalut yang besar dan perkasa. Dimana ketika semua orang takut, dirinya justru mengajukan untuk "berkorban" melawan seorang jalut yang besar, bahkan sang kepala panglima, Talut yang diberi amanah oleh Allah untuk memimpin pasukan memberantas kezholiman, begitu kaget dengan keberanian seorang daud kecil. Dimana ketika Daud diragukan oleh para prajurit lain, perihal umurnya dan senjatanya yang hanya berupa batu, kerikil kecil beserta ketapel. Dari seorang Daud kecil, kita belajar tentang melampaui keterbatasan, sang nabi telah membuktikan bahkan dengan umurnya yang lebih muda dibanding yang lain, dengan senjata kerikilnya yang begitu sederhana dibanding yang lain, tapi dengan keberanian yang kuat, Daud kecil berhasil melampaui keterbatasan itu. Daud kecil berhasil mengalahkan si besar jalut dengan sekali lemparan kerikil kecil ke kepalanya...

Pemberi Harapan palsu

Gambar
" justru dari harapan palsu itulah, terbentuk sebuah mental tahan banting" Terkadang, ada beberapa peristiwa pahit kehidupan yang masih teringat dalam memori kita, bahkan walau itu terjadi jauh dimasa lampau. Sebut saja, harapan palsu. Ketika orang sudah dizona bahagia tiba tiba jatuh terhempas kebawah, dan sadar bahwa zona bahagianya hanya ilusi semata dan telah hilang sekejap. Harapan palsu tak hanya berkaitan dengan "love relationship", dia berkeliaran diberbagai lini kehidupan kita. Dan kali ini aku akan sedikit berkisah, tentang beberapa kisah harapan palsu-ku. 10 tahun silam,  ketika itu aku masih kelas 6 SD, seperti biasa untuk mempersiapkan ujian nasional, seluruh siswa mendapat tambahan pelajaran sehingga kami pulang lebih telat dibanding siswa lain. Ditengah pelajaran, guru MTK memanggilku sambil menyerahkan hp-nya, Ketika kutempelkan hp-nya ke telinga, terdengar suara abi, "teh, insya Allah nanti abis kerja abi jemput kamu ya ke sekolah, ...