Postingan

PAGIKU BERTEMU PETANGMU

Gambar
Sudah berapa banyak pagi bertemu petang yang kita luput terhadapnya? Adalah pagi, Yang kadang menjadi suatu yang dinanti,  Atau menjadi suatu yang dibenci, Adalah petang, Yang kadang menjadi suatu tanda peristirahatan, Atau menjadi awal mula suatu tantangan, Seorang anak tak sabar menanti pagi hari, karena esok adalah hari ulang tahun-nya, Seorang anak pula enggan bertemu pagi hari, Karena esok adalah hari ulangan matematika Seorang gadis tak sabar menanti sore, Karena mata pelajaran tambahan akan berakhir waktunya, Seorang gadis pula membenci sore, Karena kereta yang biasa dia tumpangi disesaki oleh para pekerja yang hendak pulang ke rumah mereka. Sebesar apapun kau mencintai pagi dan petang, Sebesar apapun kau membenci pagi dan petang, Jangan pernah luput untuk mengingat dan menyebut asmaNYA pada pagi dan petang Agar cinta itu berubah menjadi kekuatan dan keberkahan, Agar benci itu berubah menjadi ikhlas dan ketabahan, Agar pagiku dan petang mu, Tak lagi tentang perih...

Titik temu seorang kakak

Gambar
Titik temu seorang kakak Sebuah tulisan untuk para pejuang 'alatul di masa new normal ini Waktu di cairo menunjukan tepat pukul jam 1 pagi, entah mengapa aku tak bisa tidur tenang kecuali jika tulisan ini selesai. Yah karena renungan ini baru saja terpikirkan olehku di sore hari, dan begitu sayang, jika aku melewatkan-nya dengan sia sia, tak sempat menuliskan nya. Pekan ini, kaka kaka tingkat akhir sudah selesai ujian, sebagai adik kelas walau tak berjumpa secara langsung, euphoria betapa leganya mereka selesai ujian bisa kami rasakan, baik itu terlihat di snap wa, instagram dan media sosial lain. Begitupun denganku, sejak kemarin begitu banyak kulihat snap wa mereka yang berisi tentang kebahagiaan sudah menamatkan ujian akhir S1 di azhar. Sore harinya, aku bersama kaka kelas pergi mengunjungi salah satu senior keputrian senat syariah dalam rangka silaturahim dan melaksanakan program kerja lebih tepatnya kebut lpj wkwkwk, sesampainya dirumah beliau kami berdua disambut ...

menjadi seorang "DAUD"

Gambar
Menjadi seorang "DAUD" Sudah begitu masyhur, cerita tentang keberanian Nabi Daud 'alaihissalam kecil ketika melawan Jalut yang besar dan perkasa. Dimana ketika semua orang takut, dirinya justru mengajukan untuk "berkorban" melawan seorang jalut yang besar, bahkan sang kepala panglima, Talut yang diberi amanah oleh Allah untuk memimpin pasukan memberantas kezholiman, begitu kaget dengan keberanian seorang daud kecil. Dimana ketika Daud diragukan oleh para prajurit lain, perihal umurnya dan senjatanya yang hanya berupa batu, kerikil kecil beserta ketapel. Dari seorang Daud kecil, kita belajar tentang melampaui keterbatasan, sang nabi telah membuktikan bahkan dengan umurnya yang lebih muda dibanding yang lain, dengan senjata kerikilnya yang begitu sederhana dibanding yang lain, tapi dengan keberanian yang kuat, Daud kecil berhasil melampaui keterbatasan itu. Daud kecil berhasil mengalahkan si besar jalut dengan sekali lemparan kerikil kecil ke kepalanya...

Pemberi Harapan palsu

Gambar
" justru dari harapan palsu itulah, terbentuk sebuah mental tahan banting" Terkadang, ada beberapa peristiwa pahit kehidupan yang masih teringat dalam memori kita, bahkan walau itu terjadi jauh dimasa lampau. Sebut saja, harapan palsu. Ketika orang sudah dizona bahagia tiba tiba jatuh terhempas kebawah, dan sadar bahwa zona bahagianya hanya ilusi semata dan telah hilang sekejap. Harapan palsu tak hanya berkaitan dengan "love relationship", dia berkeliaran diberbagai lini kehidupan kita. Dan kali ini aku akan sedikit berkisah, tentang beberapa kisah harapan palsu-ku. 10 tahun silam,  ketika itu aku masih kelas 6 SD, seperti biasa untuk mempersiapkan ujian nasional, seluruh siswa mendapat tambahan pelajaran sehingga kami pulang lebih telat dibanding siswa lain. Ditengah pelajaran, guru MTK memanggilku sambil menyerahkan hp-nya, Ketika kutempelkan hp-nya ke telinga, terdengar suara abi, "teh, insya Allah nanti abis kerja abi jemput kamu ya ke sekolah, ...

GOMBALAN MAUT

Gambar
entah kenapa, rasa rasanya diriku cukup senang mendengar perkataan itu Masa remaja, masa peralihan dari kanak kanak menuju dewasa. Berbagai teori psikologi mengatakan betapa butuhnya pengawasan ekstra dari orang tua jika anaknya mulai mengalami masa ini. Berbagai lagu dan novel pula, mengangkat dari sisi kehidupan remaja, baik soal percintaan, petualangan maupun persahabatan. Masa SMP-ku bisa dibilang biasa biasa saja, masih polos, belum sesuai jika dicocok-kan dengan ciri ciri psikologi anak remaja, Masih cuek soal penampilan, masih ingin main main, masih susah jauh dari orang tua, Yah, kaga ada bedanya-lah sama anak sd. Berbeda dengan adik perempuanku, dari SMP dia lebih cekatan soal penampilan, sudah mulai merawat diri dengan baik, sedang aku untuk main panas panas-an ketika liburan pun masih aku lakukan. Aku pikir, dia terlalu genit dan terlalu ribet, Gak cocoklah sama kepribadian-ku. Pemikiran anak SMP yang sungguh klise, Jikalau dikata iri karena dia lebih cantik, mun...

REPLY 1988

Gambar
" aku tuh lagi suka banget sama drama korea, judulnya reply 1988 zah!" "aku punya tau jah dramanya" Jahidah farhati ketika satu SMA adalah anak yang begitu "menggilai" drama korea, bukan anak teladan sudah pastinya, masa satu SMA-nya dihabiskan dengan waktu membawa laptop ilegal ke kamar dan menonton secara marathon dari pulang sekolah hingga malam. Tahun baru, ajaran baru, maka wajar pasti ada anak baru. Kala itu aku dan teman kamar sedang mengobrol didepan, dan posisi kamarku saat itu diatas dan menghadap lapangan basket, terdapatlah tiga orang anak baru yang sedang bermain badminton "eh, itu anak baru angkatan kita kan?" "iya jah, namanya azzah, nahda, sama puput" "hmm, cantik cantik ya anak baru" Itulah pertama kali kumendengar namanya. Walau masa satu SMA-ku bisa dibilang lumayan kelam, tapi teman teman masih mempercayaiku untuk "bergelut" di organisasi, Sebagaimana tradisi dipesantren, ketika mulai ...

JIKA TUA NANTI [Sebuah prolog]

Gambar
Ada pepatah mengatakan, Hidup itu ibarat cerita dan kamulah yang menentukan isi cerita tersebut. Jikalau dikatakan hidup itu cerita, maka cerita terbaik adalah dalam bentuk tulisan, karena dengan tulisan cerita tersebut akan mengalir ke generasi selanjutnya dalam bentuk yang sama dan kemungkinan adanya perubahan hanya sedikit. Sebenernya dangdut banget sih, Tiba tiba kepikiran, nanti kalau saya udah tua, belum tentu bakal inget kejadian seru masa SMA, padahal seru banget kalau bisa diturunin ke anak cucu. Akhirnya timbul kekuatan plus ide soal "kenapa gak kamu tulis kisah bersejarah soal dirimu biar anak cucu kamu bisa belajar dari ceritamu?" Oke, memang sangat dangdut. Padahal 20 tahun aja belum, tapi udah mikir kalau jadi nenek nenek. Tapi intinya, diluar bayangan saya soal tulisan dan anak cucu saya, Semoga saja suatu saat ada yang ter-inspirasi, dan mengambil hikmah dari kisah saya ini. Ya, Semoga saja 10 April 2020